Selasa, 29 Maret 2016

Teori Kepribadian Sehat


  1. Humanistik
    Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.
    Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya.
  • Kepribadian yang sehat menurut humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
    Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
  • Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
  • Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas, atau mayoritas.
  • Jujur; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.
  • Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang
  • Memikul tanggung jawab.
  • Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.

  1. Behavioristik
    Menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa respons terhadap rangsangan itu.
    Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
    Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:
  • Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya
  • Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman
  • Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri
  • Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif


  1. Psikoanalisis
    Teori psikologi Freud didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis yang sangat dinamis. Energi psikis inilah yang mendorong individu untuk bertingkah laku. Menurut psikoanalisis, energi psikis itu berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda yaitu: Id, Ego dan Super Ego.
  • Id: merupakan bagian palung primitif dalam kepribadian, dan dari sinilah nanti ego dan Super Ego berkembang. Dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan dan menghindari yang tidak menyenangkan.
  • Ego: merupakan bagian “eksekutif” dari kepribadian, ia berfungsi secara rasional berdasakan prinsip kenyataan. Berusaha memenuhi kebutuhan Id secara realistis,yaitu dimana Ego berfungsi untuk menyaring dorongan-dorongan yang ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan kenyataan.
  • Super Ego: merupakan gambaran internalisasi nilai moral masyarakat yang diajarkan orang tua dan lingkungan seseorang. Pada dasarnya Super Ego merupakan hati nurani seseorang dimana berfungsi sebagai penilai apakah sesuatu itu benar atau salah. Karena itu Super Ego berorientasi pada kesempurnaan.

    Kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis:
  • Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
  • Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar
  • Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego
  • Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya
  • Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan

    Teori kepribadian sehat menurut para ahli

  1. Allport
    Allport mengakui bahwa masa kanak-kanak mempunyai andil dalam mewujudkan pribadi yang sehat, hanya saja hubungan itu tidak bersifat fungsional yang berkesinambungan. Menurut Allport peranan orang tua (ibu) mempengaruhi perkembangan proprium anak. Jika seorang anak mendapat kasih sayang yang cukup, perasaan aman, akan menumbuhkan identitas diri dan diri akan meluas. Demikian pula jika seorang anak yang dibesarkan dalam kondisi tidak aman, agresif, penuh tuntutan, egosentris, pertumbuhan psikologisnya berkurang. Sebagai seorang dewasa, orang itu akan dikontrol oleh dorongan masa kanak – kanak dan oleh keinginan dan konflik dan mungkin mengembangakan suatu bentuk sakit jiwa.

    Karakteristik Kepribadian yang Sehat Menurut Allport
  • Memiliki kebutuhan yang terus menerus dan bervariasi serta menyukai tantangan-tatangan  baru.
  • Tidak menyukai hal-hal yang rutin dan mencari pengalaman-pengalaman baru.
  • Mengambil risiko, berspekulasidan menyelidiki hal-hal baru.
  • Aktivitas yang menghasilkan ketegangan.
  • Melalui tantangan dan pengalaman baru manusia dapat bertumbuh dan berkembang.

  1. Roggers
    Orang yang sehat menurut Rogers adalah orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya. Aktualisasi diri terjadi berkesinambungan, tidak statis. Aktualisasi diri adalah suatu proses yang sulit dan terkadang menyakitkan. Berkembangnya konsep diri yang sehat tergantung dari pengalman masa kecil anak akan pnerimaan dan cinta kasih (ibu).

    Terdapat tiga gambaran umum aktualisasi diri
  • Aktualisasi diri bukanlah merupakan keadaan yang menetap, melainkan suatu proses yang kontinu.
  • Aktualisasi diri merupakan proses yang sukar bahkan terkadang menyakitkan sehingga diperlukan keberanian untuk menjalaninya. Hal ini juga menunjukkan bahwa orang yang mengaktualisasikan diri tidaklah berbahagia di setiap masanya. Kebahagiaan itu akan timbul sebagai efek dari aktualisasi diri ini.
  • Orang yang mengaktualisasikan diri adalah benar-benar diri mereka sendiri dan tidak bersembunyi di balik topeng ataupun menyembunyikan sebagian dari dirinya.

  1. Maslow
  • Menerima realitas secara tepat
  • Menerima diri dan orang lain apa adanya
  • Bertidak secara spontan dan alamiah, tidak dibuat-buat
  • Memusatkan pada masalah-masalah bukan pada perseorangan
  • Memiliki kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain
  • Memiliki ruang untuk diri pribadi
  • Menghargai dan terbuka akan pengalaman-pengalaman dan kehidupan baru
  • Memiliki pengalaman-pengalaman yang memuncak
  • Memiliki identitas sosial dan minat sosial yang kuat
  • Memiliki relasi yang akrab dengan beberapa teman
  • Mengarah pada nilai-nilai demokratis
  • Memiliki nilai-nilai moral yang tangguh
  • Memiliki rasa humor yang tinggi
  • Menemukan hal-hal baru, ide-ide segar, dan kreatif
  • Memiliki integritas tinggi yang total

  1. Fromm
    percaya bahwa kesehatan jiwa harus di definisikan menurut bagaimna baik nya masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya individu-individu menyesuaikan diri dengan masyarakat. Karena itu kesehatan psikologis tidak begitu banyak merupakan usaha masyarakat. Faktor kunci ialah bagaimanaat memuaskan secukupnya kebutuhan-kebutuhan manusia.
    1. Hubungan
    2. Trasendensi
    3. Berakar
    4. Perasaan identitas
    5. Kerangka orientasi

DAFTAR PUSTAKA
  • Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
  • Schultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: KANISUS
  • Lindsay,Gardner. Editor: Sugiyono. 1993. Psikologi Kepribadian 3 Teori-Teori Kepribadian dan Behavioristik. Kanisius : Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar