Minggu, 28 Juni 2015

review film

Banyak anggapan anak kembar kerap memiliki kesamaan dari banyak sisi tetapi hal itu nampaknya tidak berlaku, setidaknya dari apa yang digambarkan sepasang kembar dalam film garapan sutradara Jaume Serra House of Wax.

Perbedaan ini terlukis pada pasangan kembar siam yang dipisahkan secara kontraversi dari sebuah keluarga. Pemisahan ini  membuat anak-anak tersebuat memiliki karakter  yang berbeda. Anak pertama cenderung diam sementara anak kedua pemarah sehingga orangtuanya tak segan-segan berlaku kasar.

 sekelompok remaja berusia 20 tahunan masing-masing Wade  dan kekasihnya Carly Jones , kembaran Carly, Nick Jones (Chad Michael) dan teman karibnya Dalton (Jon Abrahams) berencana menonton sebuah pertandingan sepakbola bersama Paige Edwards (Paris Hilton) dan kekasihnya Blake (Robert Richard) dengan menumpang dua mobil berbeda.

Perjalanan yang cukup jauh memaksa mereka beristirahat di sebuah tempat terpencil. Saking terpencilnya, tempat ini tidak terditeksi pada GPS sekalipun. Ke enam anak muda itu asyik menghabiskan malam dalam tenda yang mereka dirikan walaupun sedikit terganggu dengan sorot lampu mobil dari seorang yang tak dikenal dan bau busuk yang menyengat terbawa angin.

Hampir sepanjang malam nyaris tak ada sesuatu yang aneh terjadi. Namun pagi menjelang siang kesialan demi kesialan mulai muncul. Dalton kehilangan handycam, tali kipas mobil Wade mendadak putus dan yang tak kalah sialnya, Carly terjerembab kedalam kubangan bangkai yang diduga berisi mayat manusia setelah terlihat sebuah tangan menyeruak keluar.

Tempat itu hanya tempat pembuangan binatang karena pada saat yang sama seorang dengan kendaaran truck pick up terlihat membuang binatang. Keadaan ini dimanfaatkan Wade dan kawan-kawan untuk minta bantuan. Orang bertampang lusuh dan cukup menyeramkan ini menawarkan tumpangan pada Weda dan Carly untuk mencari tali kipas ke tempat pompa bensin terdekat sementara yang lain melanjutkan perjalanan.

Carly tak henti-hentinya menatap muka orang yang tak dikenal itu. Keduanya memutuskan berhenti di tengah jalan karena melihat gelagat tidak beres ketika orang tak dikenal itu mengeluarkan sebilah pisau. Namun akhirnya Carly dan Wade sampai juga ke pom bensin yang terdapat di sebuah kota yang tampak asri namun terlihat tak berpenghuni.

Setelah berkeliling, tak satupun penjaga yang ditemuinya di pom bensin. Perhatian Carly dan Wade akhirnya tertuju pada sebuah museum lilin (House of Wax) yang sangat unik karena hampir seluruh bagian bangunan terbuat dari lilin. Museum itu nyaris komplit berisikan segala perabotan dan asesoris termasuk penghuni. Tentu semuanya terbuat dari lilin.
Penghuni kota hanyalah dua kembar yang telah tumbuh dewasa menjadi seniman lilin. Museum lilin itulah karya terbesar mereka. Entah apa yang melatarbelakangi keduanya hingga dalam kiprahnya menjadikan manusia sebagai objek patung lilin.

Tak menyangka pertemuan dengan Bo (Brian Van Holt) menjadi awal bencana bagi Carly dan Wade. Betapa  tidak kepergian kerumah Bo untuk mencari tali kipas berujung kematian bagi Wade. Wade terperangkap dalam di sebuah kamar dan  dijadikan patung lilin oleh kembaran Bo (juga diperankan Brian Van Holt).

Kota asri dengan museum lilin yang unik telah berubah wujud menjadi kota maut yang siap menjadikan setiap pendatang sebagai objek seni dengan semprotan lilin panas hingga berwujud patung lilin.

Konflik yang ada di masalah ini berkaitan dengan teori psikoanalisa Sigmund Freud. Psikoanalisis adalah pengetahuan psikologi yang menekankan pada dinamika, faktor-faktor psikis yang menentukan perilaku manusia, serta pentingnya pengalaman masa kanak-kanak dalam membentuk kepribadian masa dewasa. Si kembar Bo ini memiliki masa kecil yang berbeda karena fisik mereka yang berbeda. Bo memiliki muka yang cacat sehingga orang tua mereka menutupinya dengan lilin yang membuat dirinya tidak percaya diri dan menjadi tidak senang bergaul dengan orang lain. Ia memiliki niat untuk menjadi seorang seniman patung lilin dan dia memiliki dendam karena fisiknya yang tidak sempurna itu. Dia tumbuh menjadi seorang psikopat. Psikopat adalah istilah yang digunakan untuk orang-orangyang secara kronik (terus-menerus) menunjukkan perilaku immoral dan anti sosial. Biasanya psikopat athu bahwa perilakunya memalukan atau merusak atau merugikan orang lain, tetapi dia tidak peduli, atau tidak dapat menahan diri untuk melakukannya. Menurut para psikiater dan psikolog, ketidakpeduliannya itu disebabkan karena pada dasarnya para psikopat memang mengalami kelainan kepribadian. Bo merubah turis yang datang ke sana menjadi sebuah patung lilin. Dia tidak membunuh korbannya terlebih dahulu tetapi langsung menyemprotkan mereka dengan lilin panas di ruangan pembuatan lilinnya.



Bintang
:
Jared Padalecki; Elisha Cuthbert; Chad Michael; Paris Hilton
Sutradara
:
Jaume Serra
Produksi
:
Warner Bros.
Kategori
:
Horor/Thriller



https://www.youtube.com/watch?v=KVXVMUD7c9c