Rabu, 11 November 2015

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM LINGKUP INTRAPERSONAL

Aspek Demografis dari Individu Pengguna Internet, Pengaruh Status Sosial Ekonomi (SES)
Kehadiran sistem teknologi informasi telah banyak mengubah perilaku dan segala aspek masyarakat saat ini. Internet merupakan salah satu teknologi informasi yang tercanggih pada abad ini, sehingga dapat meningkatkan kualitas mutu pada sumber daya manusia yang tinggi terutama untuk negara kepulauan seperti di Indonesia. Aspek demografi merupakan salah satu faktor yang mampu mempengaruhi perilaku konsumen untuk mengambil keputusan dalam pembelian, termasuk juga perilaku penggunaan internet. Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas secara global. Kita tahu bahwa dalam perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat, yaitu interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi masyarakat, perusahaan/industri maupun pemerintah. Hadirnya internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainnya. Internet tidak mengenal batas negara atau benua (tidak ada batasan). Walaupun beberapa isi di dalamnya mencerminkan serta mempertahankan ciri-ciri yang bersifat khas, tetapi internet seakan-akan telah berhasil menciptakan suatu alam yang baru, suatu kehidupan yang baru, suatu masyarakat baru yang bersifat mendunia (global society). Internet adalah media yang tidak pernah tidur (istirahat), ada sepanjang waktu atau hadir selama 24 jam non stop sepanjang hari. Hal ini mungkin tidak akan ditemui pada media-media lainnya. Dengan menggunakan internet pemakai dapat memilih berita atau data apa saja yang diinginkan, tanpa harus menunggu.
Data demografis adalah suatu deskripsi mengenai gambaran karakteristik penggunaan Internet yang meliputi tingkat usia, jenis kelamin, tingkatan pendidikan, jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan pengguna. Nah disini saya akan memfokuskan pada faktor tingkat pendapatan pengguna atau status sosial ekonomi (SES) pengguna internet tersebut.


Pengertian Status Ekonomi
  • Status sosial ekonomi adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat, status sosial ekonomi adalah gambaran tentang keadaan seseorang atau suatu masyarakat yang ditinjau dari segi sosial ekonomi, gambaran itu seperti tingkat pendidikan, pendapatan dan sebagainya. Status ekonomi kemungkinan besar merupakan pembentuk gaya hidup keluarga. Pendapatan keluarga memadai akan menunjang tumbuh kembang anak. Karena orang tua dapat menyediakan semua kebutuhan anak baik primer maupun skunder (Soetjiningsih, 2004).
  • Status ekonomi adalah kedudukan seseorang atau keluarga di masyarakat berdasarkan pendapatan per bulan. Status ekonomi dapat dilihat dari pendapatan yang disesuaikan dengan harga barang pokok (Kartono, 2006).

Tingkat pendapatan sangat berpengaruh kuat dalam penggunaan jasa internet di dunia ini. Dengan adanya pertumbuhan internet akan berpengaruh erat dengan kondisi perekonomian individu maupun suatu negara. Semakin kuat kondisi perekonomian individu maupun negara maka tingkat penetrasi penggunaan jasa internet semakin meningkat yang akhirnya dapat menekan biaya pemakaian internet. Tingkat pendapatan di Indonesia sangat berpengaruh terhadap pengaksesan internet karena mahalnya biaya akses (Suhardiman, 2002). Hal ini disebabkan oleh :
1.     Kebutuhan akan penetrasi sambungan jaringan telepon masih rendah.
2.    Distribusi sambungan akses internet tidak merata di seluruh wilayah Indonesia karena sistem distribusi jaringan akses internet masih terpusat pada kota besar saja.
3.    Masih mahalnya sewa transponder satelit untuk melakukan akses internet sebagai tulang punggung back bond untuk mempercepat akses internet yang mempunyai respon sangat tinggi.
Penggunaan Internet secara umum dikuasai oleh kaum muda, karena kelompok pada umur 17-29 tahun lebih memungkinkan on-line daripada populasi yang lain, dan pada puncak penggunaan Internet adalah kelompok umur 30-49 tahun. Kelompok yang mungkin lebih sedikit on-line adalah kelompok paruh baya. Ditinjau dari jenjang pendidikan, maka tingkat Sarjana adalah calon pengguna internet yang terbanyak  dan kemudian disusul pada tingkat SLTA, dan sisanya adalah masyarakat umum yang tidak mengerti tentang penggunaan internet. Dilihat dari jenis pekerjaannya staff biasa (karyawan) adalah yang paling banyak menggunakan jasa internet, karena karyawan mempunyai tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka mencari nafkah dan juga mencari sumber-sumber informasi untuk membantu kelancaran tugas pekerjaannya. Dan pada kenyataannya pelajar/mahasiswa lebih banyak mengakses jasa internet dibandingkan kaum profesional yang memiliki keahlian.
Internet dapat berjalan secara On-Line secara 24 Jam Non-stop jika adanya calon pengguna yang benar-benar aktif dalam menggunakan internet. Pengguna yang aktif dapat melakukan pengaksesan internet secara rutin yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan, misalnya : mencari informasi, membantu pekerjaan, melakukan komunikasi secara Chatting, berkirim surat elektronis (e-mail), dan lain sebagainya. Sedangkan pengguna yang pasif adalah pengguna yang hanya menggunakan sarana internet pada saat-saat tertentu saja. 
Menurut teori e-Business, jenis pekerjaan akan mempengaruhi bentuk dan pola konsumsi seseorang dalam penggunaan internet. Sehingga dalam kasus tersebut maka jenis pekerjaan akan menentukan status sosial yang mapan dan juga akan mempengaruhi pola dan bentuk konsumsi seseorang. Padahal orang-orang yang bertempat tinggal di kota-kota besar pada kenyataan mempunyai kecenderungan pola konsumsi yang berlebihan. Misalnya saja ada seseorang karyawan akan lebih sering mengakses media internet daripada orang lain yang tidak mengakses internet, hal ini dikarenakan mereka secara finansial mampu untuk membayar segala fasilitas internet ataupun karena faktor lingkungan kerja merekalah yang telah disediakan berbagai kecanggihan fasilitas teknologi internet. Faktor pendidikan juga mampu mempengaruhi jenis pekerjaan seseorang pengguna jasa internet yang mempermudahkan untuk mengoperasikan komputer yang mempunyai kemampuan akan teknologi informasi baik hardware maupun software.
Daftar Pustaka :

Kinerja Kelompok :
1. Arva Savista Azalia       11514700 searching 
2. Chita Rachmatasari       12514364 editor
3. Dhani Rahmad Riyadi   12514908 typing  
4. Ganes Dwi Yuniarti      14514460 searching
5. Intan Nurul P.                15514375 typing    
6. Novi Latifah                  18514041 editor